3 Tips Dasar Menjadikan Keluarga Harmonis, Rukun dan Bahagia

keluarga-harmonis-rukun-bahagia

Membangun rumah tangga yang harmonis, rukun dan bahagia memerlukan kesadaran dari kedua belah pihak untuk bertanggungjawab menjaga keutuhan bangunan pernikahan. Baik suami maupun isteri memiliki tanggungjawab yang sama dalam membangun rumah tangga yang harmonis sesuai tuntunan agama dan hukum negara yang berlaku. Berikut 3 tips dasar yang perlu kita perhatikan untuk menjadikan sebuah keluarga harmonis:

1. Suami wajib memberi nafkah kepada isteri.
Suami memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada isteri dari barang yang halal serta tidak memasukkan kedalamnya segala unsur yang bisa berdampak buruk terhadap isteri dan anggota keluarga lain yang dinafkahi. Dalam ajaran agama, memberi nafkah kepada keluarga sama dengan bersedekah. Sedangkan bersedekah kepada anak dan isteri pahalanya lebih besar dibanding sedekah kepada orang lain.

Kebutuhan nafkah bukan hanya bersifat harta benda, tetapi juga kebutuhan batin seperti kasih sayang dan perhatian. Nafkah batin yang penting bagi keharmonisan rumah tangga adalah kebutuhan seksual. Walaupun kebutuhan seksual bukan segalanya, namun banyak rumah tangga yang mengalami kehancuran karena ketidakmampuan suami memberi nafkah batin.

2. Isteri mematuhi perintah suami.
Suami merupakan kepala keluarga sekaligus pemimpin dalam setiap keputusan keluarga. Seorang wanita ketika sudah menikah maka dengan sendirinya statusnya telah menjadi seorang isteri. Dengan demikian ia telah terikat oleh aturan hukum pernikahan. Ia Tidak bisa bertindak semaunya tanpa seizin dan ridha suami. Begitu pula dengan tingkah lakunya tidak sebebas semasa ia masih lajang.

Seorang isteri hendaknya selalu berada di rumah jika suami telah mampu memenuhi kebutuhan nafkahnya. Lebih-lebih bila suami sedang tidak berada di rumah, maka seorang isteri wajib melindungi rahasia suami dan menjaga nama baik keluarga. Seorang isteri sebaiknya menghindari terlalu lama bercakap-cakap dengan tetangga.

3. Suami isteri berbakti kepada orang tua.
Walaupun telah menikah, pasangan suami isteri hendaknya tidak melupakan keberadaan kedua orang tua mereka. Berbakti kepada orang tua tidak mengenal status apakah kita masih lajang atau sudah berkeluarga. Doa orang tua merupakan ridho Tuhan di muka bumi. Oleh karena itu, bila kita ingin memiliki keluarga harmonis maka jangan sampai melupakan jasa kedua orang tua kita.

Terbentuknya keluarga harmonis memiliki pengaruh luas terhadap kedamaian dan ketenteraman masyarakat dimana kita berada. Oleh karena itu, sebelum mendidik dan menasehati orang lain maka mendidik keluarga harus lebih diutamakan. Pendidikan keluarga tersebut terutama yang berhubungan dengan penanaman nilai-nilai perilaku, budi pekerti, dan ilmu pengetahuan lain.

Semoga bermanfaat untuk untuk membantu Keluarga Cap Lang membangun langkah-langkah efektif dalam usaha memiliki keluarga yang harmonis, rukun, dan bahagia sepanjang masa.

You can leave a response here.