Sandra Dewi (28) kian sibuk dengan segala hal berbau Korea. bukan hanya keranjingan nonton serial drama Korea dan menikmati musik K-pop, bintang film Quickie Express dan Tarzan Kota ini mulai sibuk belajar bahasa Korea, lho! Maklum, sebagai duta Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta, Sandra dituntut memahami seluk beluk Korea, terutama soal pariwisata, juga segala kegiatan dalam menunjang promosi pariwisata Negeri Ginseng itu. Mempelajari bahasa Korea, selain didorong kecintaan Sandra akan serial drama Korea, juga berkaitan dengan proyek pembuatan serial drama Indonesia-Korea.
Musim dingin kemarin, ia berkesempatan mengunjungi berbagai tempat wisata populer di Korea. Sebagai pecinta serial drama Korea, lokasi-lokasi wisata favorit Sandra tak jauh-jauh dari lokasi syuting beberapa serial populer. “Selain belanja di Myeongdong, main ski, aku jalan ke tempat-tempat syuting drama seperti Nami Island, Coffe Prince, juga ke Pulau Jeju,” beri tahu pemilik nama lengkap Monica Niholle Sandra Dewi Gunawan Basri ini. Di Pulau Jeju yang menjadi lokasi syuting serial seperti Boys Before Flowers, Spring Waltz, Secret Garden, Princess Hours, dan lain-lain. Sandra mengalami pengalaman tak terlupakan sepanjang hidup. “Awalnya kita diajak nyelam ke bawah laut, naik semacam kapal selam, kita dibawa ke kedalaman 50 meter. Di situ masih oke. Setelah itu aku diajak naik yacht. Di atas yacht itu isinya orang-orang kaya, miliuner Korea, ibu-ibu sosialita yang pakai topi-topi bangsawan, tas Hermes, dan matel bulu-bulu. Itu yacht yang sama dengan yang dinaiki Goo Jun Pyo dan Geum Jan Di di serial Boys Before Flowers. Tapi saat berada di yacht yang terombang-ambing ditengah laut, mendadak aku mabuk laut. Aku memang gampang mabuk laut, meski pernah tinggal di Bangka. Padahal di atas situ kita disuguhin makanan mewah, tapi akunya mabok, pusing, mau muntah. Mau muntah di kamar mandi, enggak enak, takut baunya kecium, mau muntah ke laut, sayang banget ngotorin laut sebersih itu. Aku sampe berdoa, “Tuhan janga biarkan aku muntah di sini, Tuhan,” ceritanya panjang. Untungnya Sandra membawa sebuah obat andalan yang selalu dibawanya kemanapun.”Untungnya aku bawa VFresh dari Cap Lang. Langsung aku oles dileher dan kepala. Alhasil, hilang lah bau-bau parfum, berganti bau VFresh. Pusing dan mual aku pun lumayan membaik,” ungkapnya.
“Aku sudah kenal produk Cap Lang dari zaman dulu kala
Soal produk minyak angin, gadis kelahiran Pangkal Pindang, Bangka ini mengaku cukup konvensional. Ia mengikuti tradisi ibu dan neneknya yang menggunakan produk-produk Cap Lang secara turun menurun, Lagi pula, tinggal di kota kecil seperti Bangka membuatnya mengenal merk produk-produk keseharian terbatas. “Aku sudah kenal produk Cap Lang dari zaman dulu kala. Di Bangka, produk-produk kayak gini sudah pasti produk-produk lama yang sudah dipakai banyak orang. Kalau produk baru justru enggak mungkin ada di sana. Makanya kalau produk Cap Lang aku sudah kenal turun-menurun, dari zaman nyokap, nenek, kakek, kalau masuk angin pasti pakai Cap Lang. Merk Cap Lang bahkan sudah identik sama produknya. Jadi kalau masuk angin pasti nenek atau orang tuaku pasti bilang, ‘Pakai Cap Lang, deh!‘” urai Sandra. Dan seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan termasuk para selebritis seperti Sandra Dewi yang dituntut selalu tampil cantik, segar, dan harum, Cap Lang membuat produk minyak angin aromateraphy VFresh. Tak hanya berfungsi sebagai obat seperti halnya minyak angin, VFresh memiliki aroma wangi dengan kesegaran mentol yang membuat pemakainya tetap harum, tidak berbau seperti minyak angin konvensional yang beraroma mencolok. “Waktu aku pakai minyak angin VFresh di Pulau Jeju itu, bau minyaknya langsung tercium, keharumannya juga mengalahkan aroma parfum-parfum mahal ibu-ibu sosialita. Dengan V-Fresh, kejadian memalukan itu (Mabuk Laut) enggak akan terjadi,” tutup Sandra.
sumber: Tabloid Bintang, Edisi 1.099, Halaman 8. Â Minggu ke-3 bulan Juni 2012

Posted in 
